Sabtu, 06 November 2010

PUISI KARYA CHAIRIL ANWAR

“AKU”

Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang pun merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu,
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan  bisa ku bawa berlari
Berlari,
Hingga hilang pedih perih
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi





“DOA”

Tuhanku termangu
Aku masih menyebut nama-MU
Biar susah sungguh
Mengingat kau penuh seluruh
Cahaya-MU panas suci
Tinggal kerdip lilin di kolam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku
Di pintu-MU aku masih mengetuk
Aku tidak pernah berpaling 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar